AYAM SIAPA
(Faktual)
Kali ini aku akan menceritakan tentang pengalamanku ketika
SMP. Sebut saja di suatu hari dengan pelajaran Bahasa Indonesia. Kala itu, guruku
yang mengajar adalah bu MimiNggakPakePeriNggakPakePeri, beliau terkenal dengan
suaranya yang kecil namun galak. Semua murid mengenalnya. Termasuk teman
sekelasku, sebut saja Maridi.
Hari itu pelajaran di kelas berjalan lancar. Oh iya, jam
Bahasa Indonesia berlangsung setelah jam istirahat pertama. Setelah semua murid
berada di kelas, bu MimiNggakPakePeri hendak memulai pelajaran.
Tiba-tiba si Maridi angkat tangan, “Bu, saya mau ijin ke
toilet.”
Semua menoleh menatap Maridi yang duduk di bangku belakang.
Bu MimiNggakPakePeri bermuka masam, “Nggak boleh. Kenapa kamu nggak ke toilet
pas istirahat tadi! Pas udah di kelas malah mau ke toilet.”
Tadi kan belum ada hasrat mau pipis bu-.-
Singkat cerita, saat pelajaran berlangsung sekitar setengah
jam, aku mendengar temanku yang di belakang menjerit. Semua menoleh.
Loh, sejak kapan ada genangan air di kelas. Darimana
asalnya.
Kebetulan lantai kelasku agak cekung, jadi kelihatan kalo
ada airnya. Setelah diusut ternyata dari kursinya si Maridi. Kursi, celana, kaos
kaki dan semua yang menempel di kursinya basah (you know what I mean?). Dia
meringis, memperlihatnya giginya yang ke-yellow-yellow-an.
Sementara bu MimiNggakPakePeri tidak merasa bersalah wkwk.
“Salah kamu sendiri tadi pas istirahat nggak ke toilet.”
kata bu MimiNggakPakePeri
HAHAHA, Murid mah bisa apa atuh, murid mah tetep salah, dan
tetep ngalah.
Gara-gara tragedi genangan air, pelajaran di kelas terhenti.
Teman-teman mengambil pasir untuk menutup genangan air itu sehingga mudah
dibersihkan, meski konsekuensinya aroma di kelas jadi berubah sih. Sementara
Maridi disuruh untuk pulang wkwk.
FYI, aku sebenernya temen SD si Maridi. Dan ini bukan
kejadian pertama :v. Jadi waktu SD itu pernah ada kejadian pas lagi pelajaran
matematika. Waktu itu setiap meja untuk satu murid, dan aku duduk di seberang
meja Maridi, agak belakang.
Aku yang memperhatikan pelajaran tak mengerti apa yang
Maridi perbuat and how he did. Tiba-tiba aja ada temen yang teriak, “Eh, apaan
tu?” sambil menunjuk kursi Maridi. Mukanya antara jijik dan kaget.
Ada sesuatu benda kecil gitu, kaya kerikil dan warnanya
kuning. Bukan butiran emas kok. Bukan pula jagung.
Si Maridi gini, “Tai ayam tu.” Wkwkwk
Ayamnya siapa ya bisa masuk kelas :v. Ada yang tahu?
Komentar
Posting Komentar