Postingan

CORETAN KELUARGA BURUH

Pagi ini ayah mencari celana kain hitam yang kemarin dijemur di atas paku pada dinding batako. Aku berjongkok di depan setumpukkan cucian bersih di dalam ember besar. Sedangkan sisa cucian yang kotor masih menumpuk di samping ember itu. Ayah berjalan melewatiku dan bertanya dimana celananya. Aku meringis dan mengatakan bahwa celana itu berada di antara tumpukan cucian kotor. Ah, hidup seorang buruh. Akhirnya ayah mengambil celana jeans lusuh dari lemari tempat pakaian kerjanya berada. Aku terkikik pelan, “Coba saja kalau ayah bilang sebelum celana itu kurendam air begini, pasti tidak perlu mengambil celana baru.” Beberapa menit kemudian aku mendengar suara kendaraan gergaji mesin yang berdebum di depan rumah. Ah, itu pasti teman ayah sudah datang. Dan benar saja, ayahku sudah siap pergi bekerja. Sambil mengenakan topi plastik dan menenteng sepatu kain yang tebal, ayah melenggang lewat pintu belakang menuju ke depan rumah. Dari punggung tegapnya, resam tubuhnya yang kekar, dan tingginya...

Diskusi dan Bercerita: TRAUMA dan KARMA

Tulisan ini sudah lama kutulis sih, tapi baru sempat mempublish hari ini. Aku beritahu di awal ya, ini bukan tulisan ilmiah, jadi maaf jika tidak terstruktur. 14 Februari 2020 Hai semua. Kali ini aku ingin membahas topik yang cukup mengusikku beberapa waktu ini. Jadi aku sering bertanya-tanya pada diriku sendiri tentang konsep adanya trauma; apa sih itu trauma. Sebenarnya sudah bukan menjadi kata yang asing di kalangan kita, terutama anak-anak muda yang mungkin sering menggembar-gemborkan trauma cinta (aduh ngakak nulisnya). Tapi yang jelas trauma itu membuat orang-orang sulit membuka diri lagi setelah sesuatu terjadi. Ternyata ini bukan hal alay atau berlebihan. Karena trauma tidak bisa dikatakan masalah ringan. Tergantung tingkat keparahan sih. Biasanya disebabkan oleh kejadian yang tidak menyenangkan, yang bisa menimbulkan jejak di memori. Seperti mengalami kecelakaan parah, hampir tenggelam, menyaksikan anggota keluarga dibunuh, pelecehan seksual, kekerasan di m...

“KELAK KITA TUA NANTI”

“Kelak kita tua nanti, pak.” ucap seorang wanita paruhbaya di teras rumahnya. Ditemani sang suami yang mengelap sepeda motor tua khas tahun 90-an, sang istri duduk bersandar pada sebuah kursi anyaman. Kedua kulit tangannya menampakkan guratan-guratan otot yang bersembunyi dibalik kulit sawo matangnya. Dengan sisa tenaga yang dimiliki, ia memijat-mijat paha yang terasa pegal, gerakan tangannya memutar. Sesekali pijatannya merembet ke area pinggang. Sering ia keluhkan sakit pinggang, kaki pegal-pegal, juga pusing. Suasana pagi itu diliputi debu, udara kotor merayapi kulit keriput mereka. Kepul teh hangat yang tersaji di atas meja kini telah bercampur debu, sudah tidak layak minum. Barangkali ketela pohon yang sempat ia angkat dari penggorengan setengah jam lalu pun sudah dilumuri debu jalanan. “Bapak ingat tanah kita yang ada di samping rumah Bu Sulastri?” Tanpa menunggu jawaban sang suami, sang istri melanjutkan kalimatnya. “Menantu kita akan pulang membawa mobil m...

KALEIDOSKOP 2019

7 Januari 2020 Saat ini mungkin sudah terlambat untuk menuliskan ‘kaleidoskop 2019’. Aku baru sempat menulisnya. Entah sejak kapan, yang pasti aku tidak lagi mengisi blog ku dengan tulisan-tulisan amatir ini tahun lalu. Tapi bukan tanpa alasan atau mencari-cari alasan. Semester lima sungguh semester penuh tantangan. Ada banyak sekali kegiatan yang bahkan rata-rata hampir bersamaan tanggal penyelenggaraannya. Dan aku terlibat dalam kegiatan-kegiatan itu. Seminggu bisa dihitung jari aku bisa bersantai di kos dan mengobrol dengan teman sekamarku. Karena aku tiap hari pulang sore, malam ada latihan drama, weekend ada syuting film kelas, hari-hari dipenuhi nyicil tugas, belum lagi rapat ini rapat itu. Lalu ditengah malam mengerjakan tugas yang--sebenarnya aku gamau bilang sih--lumayan banyak dengan deadline yang berurutan. Keterbatasan waktu luang membuatku kesulitan mencari topik untuk mengisi blog, jadi aku memutuskan untuk ‘menganggurkan’ blogku dulu tahun kemarin. Ya, semoga s...

SOFHI

: Apa itu suci? Semula ia kira hanyalah mimpi, ruangan terang dengan pernak-pernik elegan dan beraroma wangi. Sofhi mengerjap beberapa kali, mengembalikan kesadaran diri. Agak pusing kepalanya mengingat apa yang terjadi terakhir kali hingga ia terdampar di ruangan ini. Seketika matanya membulat lebar, ia ingat apa yang menimpanya menjelang petang tadi. Terduduk di atas tempat tidur dengan selimut tebal yang menutupinya, buru-buru ia memeriksa pakaian yang menempel di tubuhnya, masih sama. Jantungnya berdegup cepat melihat kaos dan celana pendek yang menumpuk di sampingnya. Itu pakaian pria! Apa yang telah Mona lakukan padanya? Apakah wanita itu menjualnya? Gadis desa itu melompat dari tempat tidur, hendak keluar ruangan namun pintu itu terkunci. Dan ia tidak tahu berada dimanakah dirinya sekarang. Mungkinkah ia masih satu lokasi dengan pesta para bule yang sempat memuji kecantikannya, atau sudah berganti tempat. Ketika Sofhi sibuk berpikir, tiba-tiba ia melihat se...

RAMAYANA

: sajak untuk Rama Demi sinar tujuh purnama, yang nyalanya membakar Kosala pada hari bumi terbelah atas nama Dewi Sinta wanita suci Mantili, titisan Dewi Widowati, yang lelah pada dunia mayapada kesetiaan pada Rama hanyalah merawat luka Kesombongan tahta Raja Kosala bagai samudra neraka, Sinta tenggelam pasrah di telaga Rama Harga diri wanita mulia jatuh diinjak rakyat Kosala, tergilas hati yang sudah remuk oleh Sri Rama Wahai Raja Kosala, pengorbanan gila apalagi yang kau minta dari wanita yang hatinya tinggal puing-puing kosong jiwanya menggema dalam ruang dunia yang tak berwadah memanggil namamu di setiap malam yang suram menghimpit bulan Oh Rama, mungkin yang cintanya lebih sejati adalah Rahwana.. ia memang menculik Sinta darimu.. namun senantiasa menjaga putih dari tangan angkara murka menundukkan bejat Raja Alengka demi kehormatan Sinta Wahai laki-laki titisan Bathara Wisnu, kasihmu pada Sinta sekedar titik kecil di lautan kesombongan, mudah tergulung o...

Bukan Cerita

Hai pembaca yang-aku-ga-tau, kali ini aku tidak akan mem- publish cerita fiktif seperti biasa, aku mau membahas sedikit tentang sexual harrashment dan yang berkaitan dengan perempuan. Tulisan ini sengaja tidak aku promosikan di social media karena beberapa alasan. Ngomong-ngomong aku mau cerita dulu. Oiya sebenarnya aku sudah pernah cerita ke teman-temanku tapi tidak mendetail karena aku malu wkwkk tapi kalau kutulis di sini sepertinya bisa jadi bahan pembelajaran ketimbang bahan bullyan teman-temanku. Kejadian ini terjadi pada tahun 2017 sekitar bulan Agustus, aku lupa pas nya tanggal berapa, yang kuingat sekitar perayaan tujuhbelasan. Pada tahun 2017 aku lulus dari SMK (yang satu kelas cewek semua), lalu melanjutkan kuliah. Bulan Agustus rencananya aku ingin membuat SIM. Jadi aku bisa tenang ketika ada tilangan lalu lintas dan umurku juga sudah memenuhi. Singkat cerita, aku mencari informasi kepada teman-temanku semasa SMK yang lebih dulu membuat SIM. Dan yang kutan...