RAMAYANA
: sajak untuk Rama
Demi sinar tujuh purnama,
yang nyalanya membakar Kosala
pada hari bumi terbelah atas nama Dewi Sinta
wanita suci Mantili, titisan Dewi Widowati,
yang lelah pada dunia mayapada
kesetiaan pada Rama hanyalah merawat luka
Kesombongan tahta Raja Kosala bagai samudra neraka,
Sinta tenggelam pasrah di telaga Rama
Harga diri wanita mulia jatuh diinjak rakyat Kosala,
tergilas hati yang sudah remuk oleh Sri Rama
Wahai Raja Kosala, pengorbanan gila apalagi yang kau minta
dari wanita yang hatinya tinggal puing-puing kosong
jiwanya menggema dalam ruang dunia yang tak berwadah
memanggil namamu di setiap malam yang suram menghimpit bulan
Oh Rama, mungkin yang cintanya lebih sejati adalah Rahwana..
ia memang menculik Sinta darimu..
namun senantiasa menjaga putih dari tangan angkara murka
menundukkan bejat Raja Alengka demi kehormatan Sinta
Wahai laki-laki titisan Bathara Wisnu,
kasihmu pada Sinta sekedar titik kecil di lautan kesombongan,
mudah tergulung oleh ombak cercaan rakyatmu,
bertahta tanpa cermin jiwa yang terpantul dari Telaga Nirmala
Oh Rama, barangkali Rahwana mengerti,
usaha sekeras apapun tidak mampu meluluhkan hati Sinta,
bahkan sebelum engkau menarik gandewa sayembara Prabu Janaka,
hanya dirimulah pilihan Sinta
Wahai Rama,
sihir dan kalimat sastra
bukanlah senjata Rahwana menaklukkan Sinta,
Sinta terlalu berharga untuk diperdaya,
karena jauh di hati Rahwana
ia tulus mencintai Sinta
Oh Rama, mengapa kau menyangsikan Sinta,
mempertanyakan kesuciannya, membuang dia dari Kosala,
padahal kau beruntung,
tanpa berusaha sekeras Rahwana..
Namamu sudah ada di hati Sinta
Nb: Aku menyukai kisah ini. Ramayana itu tragis, jauh dari penjelasan guruku saat SD. Yang kutau waktu kecil, kisah ini hanyalah menggiring opini bahwa seolah tidak ada kebaikan sedikitpun di hati angkara murka. Seakan tiada sisa Tuhan dalam diri raksasa yang tercipta dari dosa perzinahan Dewi Sukesi dan Begawan Wisrawa atas kegagalan menghayati Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Seakan Rahwana terhina seutuhnya dari darah yang ternoda tanpa kasihsayang Tuhan. Masih ada kebaikan dari Sang Pencipta meski tinggal setitik nyala di antara genangan dosa. Rahwana tetap menjaga kesucian Sinta hingga matinya, meski ia adalah angkara murka.
Penulis
Komentar
Posting Komentar