Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

SOFHI

: Apa itu suci? Semula ia kira hanyalah mimpi, ruangan terang dengan pernak-pernik elegan dan beraroma wangi. Sofhi mengerjap beberapa kali, mengembalikan kesadaran diri. Agak pusing kepalanya mengingat apa yang terjadi terakhir kali hingga ia terdampar di ruangan ini. Seketika matanya membulat lebar, ia ingat apa yang menimpanya menjelang petang tadi. Terduduk di atas tempat tidur dengan selimut tebal yang menutupinya, buru-buru ia memeriksa pakaian yang menempel di tubuhnya, masih sama. Jantungnya berdegup cepat melihat kaos dan celana pendek yang menumpuk di sampingnya. Itu pakaian pria! Apa yang telah Mona lakukan padanya? Apakah wanita itu menjualnya? Gadis desa itu melompat dari tempat tidur, hendak keluar ruangan namun pintu itu terkunci. Dan ia tidak tahu berada dimanakah dirinya sekarang. Mungkinkah ia masih satu lokasi dengan pesta para bule yang sempat memuji kecantikannya, atau sudah berganti tempat. Ketika Sofhi sibuk berpikir, tiba-tiba ia melihat se...

RAMAYANA

: sajak untuk Rama Demi sinar tujuh purnama, yang nyalanya membakar Kosala pada hari bumi terbelah atas nama Dewi Sinta wanita suci Mantili, titisan Dewi Widowati, yang lelah pada dunia mayapada kesetiaan pada Rama hanyalah merawat luka Kesombongan tahta Raja Kosala bagai samudra neraka, Sinta tenggelam pasrah di telaga Rama Harga diri wanita mulia jatuh diinjak rakyat Kosala, tergilas hati yang sudah remuk oleh Sri Rama Wahai Raja Kosala, pengorbanan gila apalagi yang kau minta dari wanita yang hatinya tinggal puing-puing kosong jiwanya menggema dalam ruang dunia yang tak berwadah memanggil namamu di setiap malam yang suram menghimpit bulan Oh Rama, mungkin yang cintanya lebih sejati adalah Rahwana.. ia memang menculik Sinta darimu.. namun senantiasa menjaga putih dari tangan angkara murka menundukkan bejat Raja Alengka demi kehormatan Sinta Wahai laki-laki titisan Bathara Wisnu, kasihmu pada Sinta sekedar titik kecil di lautan kesombongan, mudah tergulung o...

Bukan Cerita

Hai pembaca yang-aku-ga-tau, kali ini aku tidak akan mem- publish cerita fiktif seperti biasa, aku mau membahas sedikit tentang sexual harrashment dan yang berkaitan dengan perempuan. Tulisan ini sengaja tidak aku promosikan di social media karena beberapa alasan. Ngomong-ngomong aku mau cerita dulu. Oiya sebenarnya aku sudah pernah cerita ke teman-temanku tapi tidak mendetail karena aku malu wkwkk tapi kalau kutulis di sini sepertinya bisa jadi bahan pembelajaran ketimbang bahan bullyan teman-temanku. Kejadian ini terjadi pada tahun 2017 sekitar bulan Agustus, aku lupa pas nya tanggal berapa, yang kuingat sekitar perayaan tujuhbelasan. Pada tahun 2017 aku lulus dari SMK (yang satu kelas cewek semua), lalu melanjutkan kuliah. Bulan Agustus rencananya aku ingin membuat SIM. Jadi aku bisa tenang ketika ada tilangan lalu lintas dan umurku juga sudah memenuhi. Singkat cerita, aku mencari informasi kepada teman-temanku semasa SMK yang lebih dulu membuat SIM. Dan yang kutan...

Mengeja Maria

: pelanggan misterius Maria namanya. Ia gadis berambut pendek yang kerap kutemui beberapa bulan terakhir ini. Ia sering duduk sendiri di dekat jendela, di samping pintu masuk kafetaria. Sambil menghirup aroma machalatte , yang kerap ia pesan ketika hari hujan dan orang-orang di jalan berlarian, ia membaca sebuah buku. Aku sering melihat dia menulis sesuatu di lembaran-lembaran buku itu. Sambil sesekali memandang keluar, menghirup kepul uap machalatte , lalu menyeka airmata, lalu menulis, dan berulang-ulang. Ia kadang membaca lagi tulisannya. Dan saat itu aku senang melihat ekspresinya yang kadang senang, tersenyum kecil, kadang tersenyum getir, sambil alisnya mengkerut, lalu ia menyeka air di sudut bola matanya. Entah apa yang ditulisnya. Aku selalu penasaran. Selalu... Hingga suatu hari ketika aku sedang bersiap-siap menutup kafetaria, aku yang membersihkan setiap sudut di ruang ini, menemukan sebuah catatan di lantai. Mungkin seseorang menjatuhkannya. Awalnya aku ...