Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

BERDISTRAKSI

BERDISTRAKSI : Kau adalah pemuja dirimu sendiri Aku masih belum beranjak dari cermin besar ini. Masih kupandangi sosok yang terpantul di sana. Berdiri dengan sedikit terbungkuk, dengan mata sayu, hidung yang biasa saja, juga bibir yang warna lipstiknya mulai pudar. Kata orang ini adalah wajah yang manis. Kata orang ini adalah sosok yang tegar, yang sangat ceria, hingga orang memanggil kepribadian sosok ini sebagai ekstrovert. Hanya saja orang-orang tidak tau rahasia dibalik itu semua. Mereka tidak tau jika di malam hari hingga pagi menjelang, sosok ini berdiri di depan cermin. Tafakur menatap dirinya sendiri. Mengulur waktu hingga fajar, sebelum ia kembali menyunggingkan senyum seperti biasanya. Sebelum ia memakai kembali topeng ekstrovertnya. Aku.. adalah manusia paling sombong di dunia ini. Aku paling lemah di antara mereka, hanya saja mereka tidak tau. Bahkan sosok di depanku, yang terpantul dari cermin ini, mengatakan bahwa aku ini masih belum apa-apa. “Kau belum ...

Surat dari Surabaya

7 November 1995 Untuk laki-lakiku, Sudah bulan November. Genap tiga tahun kita tidak bertemu, maukah kau bertanya kabarku? Tentu aku tidak perlu menanyakan kabarmu, bukan. Karena aku yakin kau baik-baik saja. Jadi, maukah kau menanyakan kabarku? Jika kau bertanya kabarku maka akan kujawab “Tidak pernah baik.” Tiga tahun tidak saling bertatap muka, tidak ada pula pesan darimu, tidak ada kabar apapun dari sanak saudara di kota. Tiga tahun pula aku kerap termangu di depan teras rumah, mengamati kotak surat yang mungkin saja akan terisi oleh pak pos, tapi tetap saja tidak ada yang berubah. Aku juga tidak berubah, kau tau. Masih sama saja. Hati ini, perasaan ini, diri ini, belum berubah. Dan mungkin tidak akan berubah. Aku tau, kau paham betapa dalam aku menyayangmu, seberapa sering kusebut namamu dalam doa-doa ku. Berharap Tuhan menjagamu. Bulan November memang mengagumkan ya. Pada bulan ini kita bertemu dan berpisah. Pertemuan klasik ketika aku melihatmu menj...

O, IBUKU SAYANG

Kata ibu penjual sayur di kampung, ibuku adalah sosok wanita yang paling cantik yang pernah ia temui. Ibuku adalah wanita yang kuat, mandiri, dan berkemauan keras. Ibu… aku sangat rindu.. Ku hirup nafas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Ini adalah hari ke tiga ratus tujuh puluh dua. Sudah satu tahun lebih aku pergi dari kampung halaman. Entah apa yang kucari di tanah orang ini. Aku mencoba menghilang, bersembunyi dari segala bayang-bayang wanita itu. Tidak bisakah aku lepas dari bayangannya. Hanya bayangannya!! Aku masih ingat gurat senyumnya. Juga nada bicaranya yang lembut dan menenangkan. Dia wanita yang amat memesona. Oh, ibu. Seberapa jauh aku harus melangkah untuk melupa. Seberapa lama aku harus bersabar untuk ikhlas. Seberapa kuat aku harus menahan airmata ini untuk tetap di pelupuk mata. Oh, ibu. Ingin aku berada di sisimu saat ini. Ingin aku memelukmu erat dan membisikkan bahwa aku sangat menyayangimu. Ibu, ingatkah kau ketika hari hujan itu. Ket...