Langit hari itu
: dari gugusan mendung Awan mulai berwarna abu-abu, angin berembus kencang, menerbangkan daun-daun yang berserakan di jalan. Menggoyangkan cucian yang menggantung pada tali jemuran. Sebentar pula menerbangkan debu mengenai para pejalan kaki. “Sebentar lagi hujan, bu.” kata seorang bapak yang mengangkat lima tumpuk tampah berisi kerupuk yang tadi dijemur. Istrinya yang keluar dari rumah mengomel karena kerupuk-kerupuk itu masuk rumah lebih awal. Ia terburu-buru mengangkat sisa tampah yang lain, lalu berjalan ke rumah sambil komat-kamit. Di sisi gang lain, dekat si bapak penjual kerupuk, ada ibu-ibu pemilik laundry mengangkat jemuran yang setengah kering, menumpuknya di sebuah keranjang besar. Ia dan karyawannya lalu memilah-milah pakaian yang sudah kering dan setengah kering. Sementara beberapa pasangan yang masih di jalan, memilih untuk memperlambat laju dan langkah kaki. Sengaja menunggu hujan. Katanya berdua saat hujan itu romantis. Namun hujan atau tida...