Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2019

Kepul Nikotin

: selamat tinggal, masa depan! Sudah pukul sepuluh malam. Aku mengerjap beberapa kali, mataku terasa sepat setelah empat jam duduk bergumul dengan pintalan benang warna warni. Aku mematikan lampu remang yang menggantung pada kayu di atap rumah. Seketika dinding rumah yang berupa anyaman bambu terlihat gelap pekat. Dari kisi-kisi dinding anyaman bambu, angin semilir masuk, menambah keletihan jiwaku. Kuhembuskan nafas dalam tangkupan kedua tanganku, malam ini lumayan dingin. “Uhuk! Uhuk!” Rasa sakit ini datang lagi. Seakan ada duri yang menancap di tenggorokanku. Menusuk, mengoyak kulit leherku. Melukai sedikit demi sedikit. Rasa sakit itu seolah menjalar ke leher. Seperti pisau yang dihujamkan berkali-kali ke dada, kupukul-pukul dadaku. Aku menghembuskan nafas begitu batuk ini reda. Kurasa aku butuh istirahat. Aku beranjak meninggalkan kursi kerjaku. Mengabaikan pintalan benang aneka warna, kain-kain perca, alat jahit dan obras yang perlahan mendingin tersapu udara malam. ...

Sister Complex

: Lepas Pagi ini aku sengaja bangun lebih awal. Mempersiapkan segalanya; sarapan, air hangat, menyapu lantai, mencuci baju, membersihkan debu di kursi, menyetrika pakaian, hanya agar Gina bisa bersantai di hari minggu. Dia sudah berusaha keras setiap hari; mengurus rumah dan bekerja, tentu hari minggu saatnya dia bersantai. “Kakak sudah bangun?” Suara lembut itu mengejutkanku. Kuletakkan kemoceng dan kain lap di atas meja, lalu aku berjalan mendekatinya. Ia memandangku aneh. “Tumben kakak bersih-bersih?” ucapnya Aku tertawa kecil, lalu kuhirup nafas dalam dan menghembuskannya perlahan. Kuletakkan tanganku pada kedua pundaknya. “Hari ini kan hari minggu. Kamu bisa beristirahat.” Kataku “Ah iya deh, terserah kakak. Aku mau mandi.” Jawabnya tanpa memandangku, ia menangkis kedua tanganku dari pundaknya. Dengan langkah gontai ia berjalan menuju kamar mandi. Hari ini adikku berumur duapuluh lima tahun. Ia sudah menjadi seorang gadis. Sangat cantik dan me...