Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2017

ANAK KODOK

Waktu SD Aku ini sebenernya hobi ‘memet’ (mencari ikan) di sawah. Tapi pas waktu kecil. Bareng Dhika, Tika, dan Sinta. Yang paling sering sih sama Dhika dan   Sinta. Kala itu, aku Dhika Sinta lagi enak-enak kongkow di pinggir sawah, di bawah pohon. Menikmati angin yang berhembus. Saat itu siang hari. Di tengah sawah, ada yang menarik perhatianku, sebuah pompa air. “Eh, itu apaan ya?” tanyaku “Pompa air yang buat mandi itu.” (eh, emang ada orang yang mau mandi di sawah wkwk) “Berarti ada airnya dong? Aku mau lihat ah.” Aku pun berjalan di pematang sawah, lalu pandanganku tertuju pada seekor ikan yang tiduran di pematang. Berjemur. “Hei, ada ikan!” teriakku girang. Dhika dan Sinta pun mendekat, kami kemudian mengamati ikan yang diduga adalah lele tersebut. “Udah mati nih.” Kata Sinta Aku ber-hm ria. Agak kecewa sih, tapi yasudah, aku lebih penasaran sama pompa airnya. Setelah melewati pematang sawah yang berkelok tajam setajam tikungan manta...

BALADA LEMPAR BELIMBING

(Faktual, Waktu kelas 6 SD) Aku selalu inget cerita ini. Saat temanku, Qomah masih sering main ke rumahku, kongkow-kongkow bareng aku dan Dhika. Entah hari apa, yang pasti kami ngobrol seru di depan rumahku hingga sekitar pukul sembilan. Awalnya kami ngobrol di teras rumahku, namun karena jiwa liar kami muncul, kami ingin memetik belimbing di pekarangan rumah mbah Kas (tetangga depan rumah). Kami bertiga mengambil kayu yang agak panjang untuk mengambil belimbing. Perolehan kami waktu itu lumayan juga, pesta blimbing malam-malam. Astagfirullohhaladzim, aku nggak tau kita dapat ide gila ini dari mana, I mean, semua mengalir begitu saja. Waktu itu, kami melempar blimbing kecil-kecil ke dalam rumah mbah Kas. Bergantian, sambil cekikikan. Nggak tau juga sih, motivasi kami tu apa. Ya, gimana ya. Pokoknya seru aja gitu. Dan para blimbing itu mengenai pintu, kursi dan mungkin sampai di dalam rumah. Lalu karena kami tak mendapat respon dan mbah Kas mematikan lampu rumah...

Masa Kecilku

(Faktual) Aku amat sangat bersyukur lahir di tahun 1999 (Plis jangan hitung umurku sekarang). Karena apa, karena aku jadi memiliki masa kecil yang indah tanpa gadget. Hei, itu suatu keberuntungan lho. Era dimana banyak anak yang masih suka ‘playon’ lari-larian diuber-uber emak disuruh mandi. Si emak teriak sambil bawa kayu wkwk. Gitulah pokoknya, indah banget, masa kecil tanpa gadget. Dan disini aku sangat mengapresiasi kekonyolan seorang teman & tetangga & sohib sejak masih TK. And her name was Dhika Oktavia. Kalau sama satu orang ini, nggak pernah bosen. Yang awalnya aku ini anak rumahan berinkarnasi jadi anak petualang, anak sawahan, anak jalanan, dan anak-anak lainnya. Kami adalah anak nakal yang kurang kerjaan pada jamannya. Ada banyak peristiwa bodoh dan konyol seputar kekanakkan. And I proud of that. Cerita pertama ini kuawali dengan sebuah petak umpet di malam hari. Kala itu tetanggaku ada yang menggelar hajatan pernikahan dan ibu-ibu di desa rewang (...

PRAKATA: PENTING UNTUK DIBACA!

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatu. Berhubung ini postingan pertama yasudah, langsung saja. Blog ini ada karena Pak Zaki, dosen mata kuliah Al-Qur’an yang menyarankan mahasiswanya untuk aktif menulis di blog. Awalnya aku berpikir, hm, blog ya. Sepertinya aku masih kesulitan untuk mengisi blogku dengan konten yang berat seperti makalah dan laporan. Soalnya aku hanya punya sisa laporan yang kubuat dulu waktu SMK, itu pun kelompok, bukan buatanku sendiri. Dan aku hanya bisa menuliskan hal yang sedemikian rupa di blogku, entah ada orang yang membacanya atau tidak. Karena bagiku, aku menulis untuk diriku sendiri, dan jika ada orang membaca dan menyukainya itu adalah bonus. Oh iya, kalau aku kebanyakan nulis di blog ini tentang pengalamanku, maafkan aku ya Pak Zaki hehe. Karena kata meme, “Kalau kau tidak bisa mendapatkan apa yang kau inginkan, maka lakukan apa yang kau bisa.” Hehe nggak nyambung ya. Nah, itu tujuan pertamaku (karena saran Pak Zaki). Sedangkan tujuan ...