Mengeja Maria
: pelanggan misterius Maria namanya. Ia gadis berambut pendek yang kerap kutemui beberapa bulan terakhir ini. Ia sering duduk sendiri di dekat jendela, di samping pintu masuk kafetaria. Sambil menghirup aroma machalatte , yang kerap ia pesan ketika hari hujan dan orang-orang di jalan berlarian, ia membaca sebuah buku. Aku sering melihat dia menulis sesuatu di lembaran-lembaran buku itu. Sambil sesekali memandang keluar, menghirup kepul uap machalatte , lalu menyeka airmata, lalu menulis, dan berulang-ulang. Ia kadang membaca lagi tulisannya. Dan saat itu aku senang melihat ekspresinya yang kadang senang, tersenyum kecil, kadang tersenyum getir, sambil alisnya mengkerut, lalu ia menyeka air di sudut bola matanya. Entah apa yang ditulisnya. Aku selalu penasaran. Selalu... Hingga suatu hari ketika aku sedang bersiap-siap menutup kafetaria, aku yang membersihkan setiap sudut di ruang ini, menemukan sebuah catatan di lantai. Mungkin seseorang menjatuhkannya. Awalnya aku ...